Sabtu, 17 Desember 2016

Sulaman Inkrustasi



 SULAMAN INKRUSTASI




Sulaman inkrustasi merupakan  salah satu jenis dari sulaman putih . Sulaman inkrustasi adalah salah satu teknik menyulam dengan menggunakan kain tembus terang sebagai hiasannya. dimana kain tembus tersebut diletakkan di bawah motif yang telah dilubangi.

Langkah-Langkah membuat sulaman inkrustasi:

  •  Buatlah motif sulaman inkrustasi, harus ada bagian motif yang akan dilubangi. Motif tersebut bisa berbentuk lingkaran atau oval , sesuai selera.

  • Jiplaklah motif tersebut pada kain yang akan disulam


  •   Mulailah membuat tusuk holbien pada motif yang nantinya akan dilubangi dan diberi kain tembus terang ( bisa menggunakan kain tulle atau organdi)


  •       Melubangi motif yang telah ditusuk holbien dengan menggunakan gunting border , untuk jarak pemotongannya adalah kurang lebih 2 mm kedalam dari motif yang sudah di tusuk holbien.


  •        Setelah dipotong langkah selanjutnya adalah memberikan kain tembus terang pada motif yang telah dilubangi tadi. kain tembus terang diletakkan di bagian buruk kain.


  •       Setelah itu bagian tepi lubang diberi tusuk  festoon sebagai penyelesaian tirasnya.
  •     Hiasi motif yang lain dengan menggunakan macam-macam tusuk sesuai dengan keinginan.

     
  • Dan Inilah hasil jadi sulaman Inkrustasi, yang menjadi ciri dari sulaman inkrustasi pada desain hiasan dibawah ini adalah adanya lubang yang diberi kain tembus terang berupa kain tulle bapa bagian tengah bunga.
       


    Itulah sekilas pandang cara pembuatan sulaman inkrustasi
    semoga bermanfaat
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    By_TriaWulandari

Sulaman



SULAMAN

Sulaman adalah teknik membuat ragam hias pada permukaan kain dengan benang. Benang tersebut diatur secara dekoratif pada permukaan kain dengan jalan menusukkan benang dengan bermacam-macam tusuk. Macam - macam tusuk ini dinamakan dengan tusuk hias.
Sulaman dibedakan menjadi 2 yaitu:
1.       Sulaman berwarna  yaitu Sulaman yang dikerjakan pada kain polos dengan hiasan             berbagai macam tusuk hias yang menggunakan benang beragam warna
2.        Sulaman putih yaitu Sulaman putih dikerjakan pada kain polos dengan hiasan berbagai    macam tusuk hias dan menggunakan benang hias sewarna, lebih tua atau lebih muda dari warna kain.
Macam – macam Sulaman berwarna:
1.       Sulaman Fantasi adalah sulaman yang menerapkan bermacam-macam tusuk hias dengan aneka warna benang. Motif hias yang akan dibuat dikerjakan dengan bermacam-macam tusuk hias paling sedikit tiga macam tusuk hias.
2.        Sulaman Aplikasi adalah salah satu teknik menghias busana yang menggunakan kain lain untuk membentuk motif pada busana dengan cara menempelkan kain lain tersebut pada bahan utama lalu bagian pinggirnya diberi tusuk feston.
Macam-macam Sulaman Putih:
1.    Sulaman inkrustasi adalah salah satu teknik menyulam dengan menggunakan kain tembeus terang sebagai hiasannya.dimana kain tembus tersebut diletakkan di bawah motif yang telah dilubangi.
2.    Sulaman Perancis merupakan sulaman yang timbul (relief) karena motif-motif diisi dengan tusuk rantai sebagai pengisi atau penebal. Tepi motif dijelujur halus dua kali penyelesaian motif dengan tusuk pipih. Untuk membuat garis yang merupakan tangkai daun digunakan tusuk jelujur yang diselesaikan dengan tusuk balut.
3.    Sulaman Inggris adalah salah satu teknik menyulam dimana bentuk motif hiasnya terdiri dari lubang-lubang bundar, lonjong atau berbentuk tetes air yang diselesaikan dengan tusuk feston atau tusuk cordon, dirangkai dengan tusuk pipih dan tusuk tangkai. Tepi sulaman diberi pinggiran yang berbentuk lengkungan yang disebut bentuk ringgitan.
4.    Sulaman ini disebut juga dengan sulaman terbuka karena efeknya terbuka (seperti renda). Motif dari sulaman ini berlubang-lubang. Lubang tersebut diberi beberapa rentangan benang yang difeston (brides).
5.    Sulaman bayangan, Disebut sulaman bayangan karena yang berfungsi sebagai hiasan adalah bayangannya saja, karena bayangannya yang kita manfaatkan maka kain yang kita gunakan adalah kain yang tembus terang seperti paris dan sifon.

Kamis, 15 Desember 2016

Macam-Macam Pola Hias

Macam-Macam Pola Hias




1.      Pola Serak atau pola tabur

            Pola serak atau pola tabur dibuat dengan meletakkan motif secara berulang-ulang pada  jarak tertentu dengan arah berlawanan atau searah atau semua arah. Membuat desain ini dengan membuat motif berulang pada titik-titik tertentu atau kotak-kotak sebagai garis penolong.

2.      Pola Berangkai

            Pola Berangkai Dapat diperoleh melalui pola serak yang dihubungkan dengan garis-garis horizontal atau garis-garis vertical atau garis diagonal.

1.      Pola Pinggiran

            Pola pinggiran tersusun dengan cara meletakkan motif hias secara berulang-ulang dan berjajar. Untuk membuat Pola Pinggiran perlu ditentukan lebar pinggiran yang akan dibuat dengan bantuan membuat kotak-kotak , misalnya lebar pinggiran selebar 2,5 cm x 1,5 cm dijajar sepanjang yang diinginkan . Selanjutnya Mengisikan motif yang sama persis pada setiap kotak .

Macam-Macam Pola Hias Pinggiran :

a.       Pola Pinggiran Simetris

b.      Pola Pinggiran berdiri

c.       Pola Pinggiran bergantung

d.      Pola Pinggiran memanjat

e.       Pola Pinggiran berjalan

f.       Pola sudut

g.      Pola tengah

h.      pola melingar

a.         Pola Pinggiran Simetris

            motif pinggiran simetris, jika dibelah tengah, akan terdapat dua bagian yang sama. Motif  bentuk simetris dapat diulang ke bagian atas, ke bawah, ke kanan atau kiri dengan motif yang sama

b.              Pola Pinggiran Bergantung

            yaitu motif bagian atas berat (besar) dan motif bagian bawahnya ringan. Motif ini tampak seperti menggantung

c.                       Pola Pinggiran berdiri

            penyusunan motif hias untuk pinggiran tegak, motifnya pada bagian bawah lebih berat (besar) dan bagian atas lebih ringan. Motif dibuat tegak dan dapat diulang ke bagian kiri atau ke bagian kanan

d.                   Pola Pinggiran memanjat

            motif dari bentuk pinggiran ini tersusun seperti memanjat  ke atas. Motif pada bagian bawah lebih berat dari motif pada bagian puncak lebih ringan. Pinggiran menurun, merupakan kebalikan dari pinggiran memanjat, bentuk motif seperti meluncur ke bawah. Motif bagian atas lebih berat dan makin bawah makin ringan.






e.                   Pola Pinggiram Berjalan
            motif hiasnya disusun agak condong ke kiri atau ke kanan sehingga motifnya tampak berjalan atau saling berkejaran. Bentuk motif dapat diulang ke sebelah kanan atau ke kiri. 

f.                   Pola sudut.
            merupakan motif hias yang ditempatkan pada sudut suatu bidang. Bentuk motif hiasan sudut hendaknya serasi dengan bentuk sudut bidang tersebut.


g.                   Pola Tengah
            merupakan pola hiasan yang ditempatkan pada tengah–tengah suatu bidang. Motif hias hendaknya menyebar atau menutup semua latar belakang bidangnya. 

h.                   Pola melingkar
            merupakan motif hias yang membentuk putaran ( melingkar)

 Itulah sekilas pandang mengenai macam-macam Pola hias 
Gambar diperoleh dari berbagai sumber
.
.
.
.
.
Terimakasih